Masalah komunikasi dengan pria – 5 kiat untuk argumen produktif dan hubungan yang lebih baik

Masalah komunikasi dengan seorang pria adalah masalah umum bagi wanita. Selama 38 tahun saya sebagai terapis yang bekerja dengan pasangan yang sudah menikah dan wanita lajang, ini mungkin adalah keluhan nomor 1 dari wanita. Saya selalu mendengar komentar seperti: dia hanya tidak mengerti; dia tidak pernah mengatakan bahwa dia menyesalinya; dia tidak akan berbagi perasaannya. Atau, ketika seorang wanita mencoba untuk membuat suatu titik, dia memanggil atau berjalan keluar dari ruangan.

Daftar keluhan dari wanita tentang pria yang mereka temui, berlanjut terus.

Yang benar adalah bahwa wanita biasanya menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan hubungan mereka dan khawatir tentang apa yang telah mereka lakukan untuk menimbulkan masalah dan apa yang dapat mereka lakukan untuk membuatnya lebih baik. Anda membaca buku, berbicara dengan teman-teman dan memikirkan semua cara untuk memperbaiki keadaan. Benar kan?

Di sisi lain, ketika seorang pria marah atau terluka, dia biasanya menyingkirkannya dan melanjutkan. Seperti kata seorang pelanggan di kantor saya kemarin: "Saya menghisapnya, bukankah itu yang harus dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah?"

Yah, tidak. Itulah yang dilakukan pria; tetapi perempuan melakukan sebaliknya. Pria dan wanita diatur oleh aturan berbeda untuk menangani masalah hubungan. Untuk pria itu sederhana: "Jika tidak rusak, jangan memperbaikinya." Mereka percaya bahwa jika Anda mengacaukan sesuatu yang kecil, Anda dapat mengambil risiko memburuk.

Namun bagi wanita, justru sebaliknya. "Jika ada masalah, bahkan masalah kecil, sekarang saya bisa menyelesaikannya dengan lebih baik, sehingga tidak bertambah besar."

Sudahkah Anda melihat masalah? Apa yang bisa kamu lakukan tentang itu?

Berikut adalah beberapa panduan yang dapat Anda gunakan untuk membuat produktivitas Anda lebih produktif selama diskusi

1. Tetapkan agenda. Biarkan dia tahu subjek dari apa yang ingin Anda diskusikan. Bicaralah waktu tertentu untuk berbicara; jangan hanya mengambilnya secara acak.

2. Cari secara khusus untuk keluhan / permintaan Anda. Ketahui apa yang ingin Anda katakan dan jangan gunakan lebih dari 3-5 kalimat. Pria biasanya tersesat dalam kata-kata wanita.

3. Hapus emosi Anda. Seperti kata Dragnet: "Hanya fakta, hanya fakta." Air mata dan teriakan membuat orang takut dan kemudian mengalihkan perhatian dari mendengar apa yang Anda katakan.

4. Tetapkan target untuk resolusi bersama (bahkan jika itu berarti Anda setuju untuk tidak setuju). Jika Anda berdua memiliki itu sebagai tujuan saat matahari terbenam, Anda dapat kembali ke sana jika salah satu dari Anda membela atau menyerang.

5. Ingat bahwa Anda saling mencintai; Anda berada di tim yang sama.

Gunakan tips ini dan rasakan perbedaan dalam kemampuan Anda untuk berkomunikasi, meskipun ada perbedaan antara pria dan wanita.



Source by Dr.